11 Sayur yang Endeus Buat Campuran Lalapan

Siang itu kala kami memasuki jam pelajaran ke-5 yaitu pelajaran PKK, seperti yang sudah diinstruksikan sebelumnya setiap murid harus membawa masing-masing 1 sayuran dan pisau. Rupa-rupanya kami akan membuat masakan yang bernama Karedog pada siang itu.

Karedog merupakan masakan khas dari tanah Pasundan. Siapapun yang pernah tinggal di Jawa Barat pasti sudah hapal dengan Karedog, bedanya Karedog dan Pecel hanya satu yaitu karedog menggunakan sayur mentah yang dicampur dengan bumbu kacang, sementara pecel menggunakan sayuran matang yang sudah direbus atau dikukus terlebih dahulu.

Selain karedog, kita semua pasti sedikit banyak yang menyukai lalapan. Kebanyakan lalapan yang berada di Jawa Tengah menggunakan sayuran matang, sementara di Pasundan adalah kebalikannya.


Sebuah catatan dari Mbak Arinta pemilik kayusirih[dot]com yang sebelumnya sudah ditanyakan ke suhu Food Combining, Mbak Widyanti bahwa memakan sayuran yang mentah itu boleh-boleh saja asalkan sudah direndam menggunakan cuka apel dan dicuci menggunakan air mengalir.

Oke noted Mamah Arin..

Terus, sayuran apa saja yang biasanya menjadi bahan lalapan, berikut di antaranya.


1| Kacang Panjang


Sejak kecil saya terbiasa memakan kacang panjang entah itu mentah maupun matang tapi saya lebih suka kacang panjang mentah yang muda. Kalau sudah sedikit tua ya lebih baik direbus saja dijadikan sayur bening.

2| Selada


Selada selalu ada setiap ada nasi kotak berkatan, rasanya manis dan murah meriah menjadi primadona banyak katering untuk dimasukkan sebagai teman lalapan yang lain.


Cara menanam yang mudah dan bisa dilakukan secara hidroponik juga menambah banyak varian sayuran di pasaran kita, sayangnya saking larisnya sayur selada harus berburu pagi-pagi di pasar. Ternyata menanam selada pun tergolong mudah, hanya saja dibutuhkan nutrisi yang tepat dan sinar matahari yang cukup. Bila Anda menanam selada di bawah pepohonan rindang, maka jangan kaget kalau seladanya tumbuh menjadi mini seperti milik kami di atas.

3| Kecipir


Waktu kecil, kecipir ini sering saya bilang sayur x karena jika dipotong melintang akan menyerupai huruf x.



Kecipir muda pun lezat bila dicampurkan dengan lalapan lainnya, tetapi saya sendiri lebih suka kalau kecipirnya direbus setengah matang terlebih dahulu sampai berbunyi krenyes-krenyes.

4| Daun Kemangi


Di manapun daun kemangi disajikan bersama sambal dan lalapan, daun kemangi selalu disajikan dalam keadaan mentah.

Ternyata selain mempunyai efek menghilangkan bau badan, daun kemangi yang dicelupkan dalam air kobokan juga bisa mengurangi efek bau sambal yang berada di tangan.

5| Ketimun


Selain daun kemangi, ketimun juga selalu ada di setiap lalapan. Ketimun yang muda jelas lebih manis daripada ketimun yang tua. Tetapi jangan salah dengan kerabatnya ketimun yaitu krai ketimun yang memiliki corak lurus dan lebih besar ukurannya daripada ketimun. Krai juga sama lezatnya bila dicocolkan ke dalam sambal matah maupun sambal lainnya.

6| Daun Pepaya


Daun pepaya disinyalir banyak mengandung manfaat, bagi yang terbiasa memakan lalapan, daun pepaya termasuk juga salah satu lalapan yang wajib ada di daftar sayur lalapan.

Bila Anda memiliki tanaman pepaya dan ingin mengambil daunnya untuk dijadikan lalapan, saya sarankan untuk membedakan antara tanaman pepaya yang ingin diambil buahnya atau daunnya saja karena konon pepaya yang diambil daunnya, maka buahnya akan terasa tidak manis lagi. Begitu pula dengan tanaman pepaya yang diambil buahnya, biasanya daunnya akan lebih pahit daripada yang tidak diambil buahnya.

7| Daun Singkong


Daun singkong juga termasuk salah satu dedaunan yang lezat bila dicolekkan ke sambal. Biasanya ibu selalu merebus daun singkong dan memeras hingga tidak tersisa air sedikitpun baru disajikan bersama sambal.

8| Kembang Turi


Atau bahasa latinnya Sesbania grandiflora, adalah merupakan pohon kecil anggota suku Fabaceae. Tumbuhan dengan banyak kegunaan ini asalnya diduga dari Asia Selatan dan Asia Tenggara, namun sekarang telah tersebar ke berbagai daerah tropis dunia. - Wikipedia

Kembang turi di Kudus sering dijadikan tambahan sayuran dalam pecel pakis, pecel pakis sendiri terdiri dari bahan dasar daun pakis yang banyak tumbuh di pegunungan Muria, makanya jangan kaget bila jalan-jalan ke sekitar Makam Muria dan banyak menemukan warung pecel pakis maka disitulah khas daerah Muria.


9| Daun Pakis


Siapa yang menyangka kalau daun pakis ternyata lezat saat disajikan menjadi lalapan dalam adonan pecel pakis.

Tanaman pakis atau paku banyak tumbuh di dataran tinggi.


10| Ranti (Leunca)


Setelah kami tinggal dan menetap di tanah Jawa, kami sudah tidak bisa menemukan lagi leunca dan kawan-kawannya. Ini lebih disebabkan karena leunca tumbuh subur di Bandung dan tanah Sunda lainnya karena suhunya memang sudah berbeda. Leunca yang dulu sering kami makan bersama jengkol sangat nikmat dimakan di teras belakang sambil menikmati keindahan Gunung Masigit Kareumbi yang kelihatan dari asrama tempat kami tinggal.

11| Jengkol


The last but not the beast #halah Jengkol yang merupakan panganan yang aromanya khas banget sampai-sampai kalau ada penggemar jengkol biasanya dipandang sinis. Keluarga kami dulu sesekali menyukai jengkol yang digoreng garing dan disajikan bersama leunca, ketimun, tomat dan kacang panjang mentah. Dicoel ke sambal ijo dan terkadang juga ada tempe dan ikan asin digoreng garing.

Waduh.. endeusnya..

Sayang sekarang kami sudah dikatakan hampir tidak pernah sama sekali makan jengkol semenjak tinggal di perumahan yang mana kamar mandinya ada di dalam rumah, ini lebih disebabkan karena wangi urine sisa pembuangan jengkol itu wangi banget, hihi..

Apakah Anda penggemar jengkol juga?

Jadi penasaran juga sih sama lalapan versi Mbak Arinta yang mikir lalapan dan ancaman toksoplasma dan Mbak Widi Utami ya.

Nyok.. Mari kita ngeces bersama..

Komentar

  1. aku belum pernah makan daun pakis ih.. lain waktu harus nyoba ah.. tapi tetep, jangan lupa nyuci sayuran mentahnya harus di air mengalir yaa.. bila perlu direndam dengan cuka apel. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. daun pakis jangan dibuat lalapan mentah mbak, belum ada yang menjamin soalnya.

      Hapus
  2. Jadi pengen makan pecel hahaha. Dulu waktu tinggal di Jakarta pernah makan karedok tapi kurang suka. Daun kemangi dan pepaya jarang ada yang jual di sini. Sampai temanku ada yang tiap mudik belain bawa daun pepaya rebus yang sudah dibekukan untuk stok di sini karena dia suka banget makan tumis daun pepaya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanam sendiri aja mbak, pepaya sekarang juga pada dibuat mini kan? kemangi juga lumayan gampang kan nanamnya, hihihi.
      karedog ini memang agak aneh buat orang-orang yang belum terbiasa makan sayur mentahan mbak

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer